Usaha Kecil Menengah (UKM)

Usaha Kecil Menengah (UKM) ialah istilah yang merujuk pada jenis usaha kecil dengan kekayaan bersih terbanyak hanya Rp200.000.000 belum termasuk tanah serta bangunan tempat usaha. Istilah UKM juga merujuk pada usaha yang berdiri sendiri. Berdasarkan Undang-Undang No.9 Tahun 1995, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar suatu usaha dapat dikategorikan sebagai UKM. Berikut adalah beberapa kriteria tersebut.

  1. Memiliki kekayaan bersih maksimal Rp200 juga dan hasil penjualan tahunan maksimal Rp1 miliar
  2. Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia (WNI)
  3. Berdiri sendiri, bukan anak perusahaan maupun cabang perusahaan yang tidak dikuasai, dimiliki maupun berafiliasi secara langsung atau tidak langsung dengan Usaha Besar atau Usaha Menengah
  4. Merupakan usaha orang perorangan, badan usaha yang berbadan hukum atau tidak berbadan hukum, termasuk di antaranya adalah koperasi.

Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa dibilang sebagai tulang punggung bagi ekonomi Indonesia. Jumlah UKM di Indonesia sampai dengan 2011 silam telah mencapai 52 juta. UKM di Indonesia terbilang penting karena menyumbang kira-kira 60% dari PDM serta menampung hingga 97% tenaga kerja. Namun, akses ke lembaga keuangan sangatlah terbatas karena baru 25% atau sekitar 13 juta pelaku UKM saja yang bisa mendapat akses ke lembaga keuangan. Pemerintah Indonesia sendiri memberikan pembinaan UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM yang terdapat di masing-masing provinsi.

www.pexels.com

Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) juga tak lepas dari pajak. Dikatakan oleh Menteri Koperasi dan UKM Indonesia, Syarifuddin Hasan, pemerintah akan menarik pajak bagi sektor UKM yang memiliki omzet antara Rp300juta sampai Rp4 miliar per tahun. Ini dilaksanakan mengingat pemerintah butuh tambahan uang bagi proyek infrastruktur. Bisnis UKM memang memiliki peluang bagus. Hal ini didukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang angkanya positif. Selain itu, ragam UKM bisa dibilang sangat variatif. Mulai dari usaha yang bisa dengan mudah ditemukan di sekitar kita hingga usaha-usaha berbasis online yang menjamur berkat pertumbuhan teknologi seperti sekarang ini. Berikut akan dijabarkan satu per satu mengenai jenis-jenis UKM yang memiliki banyak peminat.

UKM di Bidang Pendidikan

Banyak jenis Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak di bidang pendidikan. Yang paling mudah dijumpai di sekitar kita adalah usaha les privat. Les privat ini pun beragam jenisnya, mulai dari les akademik hingga non akademik seperti musik dan bahasa asing.

 

  1. Les privat dapat diberikan oleh mahasiswa pada pelajar SD, SMP hingga SMA. Materi yang diberikan ialah sesuai mata pelajaran anak usia sekolah, termasuk Pekerjaan Rumah serta persiapan menghadapi UTS, UAS hingga Ujian Nasional. Konsep usaha ini memang mirip lembaga bimbingan belajar. Modalnya tak terlalu besar karena les privat bisa dijalankan dari dalam rumah saja. Yang penting dimiliki adalah kemampuan menjelaskan materi mata pelajaran serta dekat dengan anak-anak usia sekolah.
  2. Selain les privat akademik, kita juga bisa memulai usaha les non akademik. Di antaranya adalah les musik serta bahasa asing yang tidak diajarkan di sekolah. Usaha ini terutama cocok apabila kita memiliki bakat di bidang musik atau memiliki penguasaan bahasa asing yang bagus. Usaha Kecil Menengah (UKM) ini tak kalah laris dan diminati dari les akademik. Lokasi usahanya juga bisa di dalam rumah saja sehingga tidak butuh sewa tempat yang mahal. Dengan promosi yang tepat, bukan tidak mungkin usaha ini akan terus berkembang.

UKM di Bidang Kuliner

Membuka Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang kuliner terbilang sebagai langkah yang tepat. Pasalnya, makanan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Tiap orang butuh makan setidaknya tiga kali sehari. Ini belum termasuk makanan ringan di sela-sela waktu makan bagi mereka yang hobi ngemil. Usaha kuliner rata-rata tak butuh modal besar, mudah untuk dijalankan serta memiliki omzet keuntungan besar jika kita bisa mengelolanya dengan baik. Utamakan rasa, keunikan atau ciri khas serta lokasi strategis agar bisa menjangkau banyak pembeli. Maksimalkan pula promosi lewat media sosial dengan gencar agar jangkauan pembeli makin luas.

www.pexels.com
  1. Makan Pagi/Sarapan

Menjual makanan di pagi hari untuk sarapan bisa jadi pilihan jika kita terbiasa bangun pagi. Usaha Kecil Menengah (UKM) berupa jualan makan pagi atau sarapan ini bisa dalam bentuk nasi uduk, nasi kuning, bubur ayam hingga aneka minuman hangat. Tempat berjualan yang strategis adalah di dekat kampus atau tempat kerja, di mana orang-orangnya seringkali lebih memilih untuk membeli makanan daripada memasak sendiri. Sarapan biasa dijual mulai pukul 5 pagi sehingga persiapan memasak sudah harus dilakukan sebelum Subuh atau bahkan malam sebelumnya. Modal yang dikeluarkan cukup kecil yaitu di kisaran Rp4juta saja dengan keuntungan bersih per bulan sekitar Rp2 juta.

  1. Makanan Ringan

Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang kuliner tak selamanya harus berupa makanan berat. Makanan ringan atau snack juga dapat dijual. Segmen pasarnya adalah mereka yang doyan ngemil. Bisnis makanan ringan terutama tidak membutuhkan banyak modal dan makanannya sendiri bisa dimasak dengan cepat karena rata-rata hanya melalui proses penggorengan. Kita bisa mendirikan booth di dekat sekolah atau di pinggir jalan. Promosi bisa dilakukan melalui internet seperti media sosial. Keunikan dari makanan ringan akan jadi daya tarik tersendiri untuk para konsumen. Pastikan makanan ringan yang dijual memiliki nilai tambah yang membuat siapapun penasaran untuk mencoba.

  1. Minuman

Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dijalankan juga bisa berupa bisnis minuman. Beberapa produk minuman yang sekarang sedang hits di kalangan anak muda ialah thai tea, cheese tea, milkshake, milktea dan aneka kopi. Menjual minuman sama halnya seperti makanan ringan, harus mengutamakan keunikan sebagai daya tariknya. Ini karena minuman ringan bukan termasuk makanan pokok sehari-hari sehingga pada dasarnya tidak wajib dibeli, hanya sebagai jajanan saja. Itulah mengapa keunikan dari minuman akan mengundang rasa penasaran calon konsumen dan membuat mereka mau membelinya. Kedai atau booth minuman bisa ditempatkan di dekat sekolah, kampus atau di pinggir jalan saja.

Menjajal Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang kuliner semakin mudah lewat banyaknya waralaba kuliner di mana kita dapat bergabung sebagai mitra. Keuntungan dari bergabung kemitraan waralaba ialah bisnis tersebut sudah punya nama sehingga semakin mudah dalam mendapat konsumen. Selain itu, program kemitraan waralaba sudah lengkap termasuk semua peralatan yang dibutuhkan. Kita membayar sejumlah uang dan akan mendapat starter kit seperti banner, gerobak, kompor, gas, tempat masak, tempat wadah makanan dan bumbu, paper cup atau wadah styrofoam untuk makanan, plastik kemasan makanan dan lain-lain. Pihak pemilik waralaba umumnya akan turut membantu survey lokasi agar kita bisa mendapat tempat jualan yang strategis. Ini akan membuat proses jualan semakin mudah.

Bergabung dalam kemitraan seperti ini merupakan solusi yang bisa diambil apabila kita masih terbilang baru atau pemula dalam bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM). Waralaba makanan ringan yang banyak digemari di antaranya adalah seblak, burger, kebab, takoyaki, es teh, milkshake, Taiwan street chicken, dan masih banyak lagi. Modal awal yang dibutuhkan mulai dari Rp2 juta hingga Rp5 juta. Rentang harga ini tergantung apakah kita akan menggunakan gerobak sendiri atau mendapat booth dari pemilik waralaba. Waktu yang dibutuhkan untuk balik modal antara 1 hingga 3 bulan. Banyak orang memilih bergabung dalam kemitraan waralaba karena kemudahan yang ditawarkan.

UKM di Bidang Fashion

Sama halnya seperti makanan, fashion alias pakaian juga termasuk dalam kebutuhan dasar manusia. Ini membuat Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang fashion tak akan ada matinya serta selalu tumbuh berkembang. Kita bisa memulai dan mengembangkan bisnis ini dengan dua cara, yaitu membuat pakaian dengan brand sendiri atau menjual pakaian dari pihak lain secara reseller maupun dropship. Yang lebih umum dilakoni adalah menjual pakaian dari supplier secara reseller serta dropship. Hal ini terutama jika kita tidak memiliki barang untuk dijual namun ingin memulai usaha sendiri. Reseller dan dropship adalah dua metode berjualan yang berbeda walau kerap dianggap sama.

www.pexels.com
  1. Reseller

Banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menjalankan bisnisnya dengan menjadi reseller. Dalam metode reseller, kita membeli barang secara grosir pada supplier kemudian menjualnya kembali dengan harga ecer pada konsumen. Kelebihan dari metode ini adalah kita bisa menentukan harga jual tinggi sehingga otomatis keuntungan akan semakin besar. Namun kekurangannya adalah kita harus punya modal besar dan mengurus proses pengemasan hingga pengiriman hingga ke tangan konsumen. Menjadi reseller butuh lebih banyak waktu dan tenaga. Barang-barang grosir bisa dibeli di pusat grosir, seperti Tanah Abang, Jakarta. Banyak orang yang sukses berbisnis menjadi reseller pakaian. Kuncinya adalah memilih supplier yang tepat serta strategi pemasaran yang sesuai.

  1. Dropship

Banyak orang menganggap dropship sama saja dengan reseller. Padahal, keduanya jauh berbeda. Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan metode dropship artinya kita sebagai penjual hanya bertugas meneruskan pesanan dari konsumen pada supplier. Setelahnya, supplier yang akan mengemas serta mengirimkan barang pada konsumen atas nama kita. Keuntungan didapat dari selisih harga beli ke supplier dan harga jual ke pembeli. Kelebihan dari metode ini adalah modalnya kecil atau bahkan nyaris tanpa modal sama sekali. Selain itu, kita tidak akan direpotkan dengan pengemasan maupun pengiriman barang karena akan dilakukan oleh pihak supplier. Dropship banyak dipilih oleh mereka yang masih benar-benar baru dalam bisnis online.

Kekurangan dari Usaha Kecil Menengah (UKM) secara dropship ialah keuntungan yang kecil. Pihak supplier biasanya sudah menetapkan harga jual sehingga kita tidak bisa menaikkannya lagi untuk mendapat keuntungan lebih. Selain itu, karena pihak supplier yang mengurus pengemasan serta pengiriman barang, maka artinya kita tidak tahu stok barang terkini serta tidak dapat memastikan apakah supplier mengemas barang tersebut secara baik. Singkatnya, kita tidak bisa melakukan quality control untuk barang yang dijual. Kunci sukses menjadi dropshipper adalah memilih supplier yang terpercaya agar kita bisa menjamin kepuasan konsumen yang berbelanja pada kita.

Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang fashion, baik yang dijalani dengan metode reseller maupun dropship, bisa menggunakan media internet sebagai tempat berjualannya. Hal ini terutama untuk menekan biaya modal. Pasalnya, mendirikan toko online di internet takkan dikenakan biaya sewa seperti halnya membuka toko fisik di dunia nyata. Kita bisa berjualan di akun media sosial sendiri yang bisa dibuat secara gratis. Apalagi sekarang sudah mulai menjamur marketplace yang menyediakan lahan gratis untuk para penjual serta ragam promo menarik seperti subsidi ongkir dan lain-lain. Kita bisa memanfaatkan itu semua untuk menekan modal serta memperbesar potensi keuntungan.

UKM di Bidang Agribisnis

Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang agribisnis termasuk pertanian, peternakan serta perkebunan sangat mungkin dijalani. Bisnis ini terutama sangat cocok dijalankan di negara kita. Iklim serta tanah yang subur membuat banyak pelaku bisnis di bidang ini dapat dikatakan sukses besar. Kita bisa mulai sesuai daerah serta pangsa pasar yang paling dekat. Untuk daerah pasar, kita bisa mencoba usaha sayuran serta buah-buahan. Sementara untuk perkebunan, kita bisa meninjau lokasi penampungan hasil panen dan menentukan akan memulai usaha apa dari hasil peninjauan lokasi tersebut. Potensi pasarnya sama-sama menjanjikan dan banyak produk agribisnis diterima di pasaran. Hal ini seharusnya membuat kita tak perlu khawatir akan prospek bisnis di bidang agribisnis.

www.pexels.com

Akan tetapi, sebelum memulai Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang ini, kita harus menguasai ilmunya dulu. Tidak seperti usaha berjualan makanan yang didasari hobi masak atau usaha berjualan pakaian online yang bisa dipelajari dengan cepat, UKM agribisnis memang terbilang lebih sulit. Kita harus paham cara-cara menanam tanaman tertentu, trik menanam tanaman sesuai musim, dan tips agar tanaman bisa menghasilkan banyak buah kualitas unggul. Ini semua tidak bisa dipelajari dalam semalam karena butuh pengalaman serta praktek di lapangan. Walau demikian, tidak dipungkiri jika keuntungan dari pertanian hidroponik lebih tinggi dibanding pertanian konvensional.

UKM di Bidang Automotif

Selain agribisnis, bidang automotif juga terbilang sebagai bidang usaha yang cukup menjanjikan. Banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berpotensi menghasilkan banyak keuntungan dari bidang ini. Hal ini terutama bisa dilihat dari perkembangan industri otomotif dari waktu ke waktu. Animo masyarakat akan produk-produk otomotif membuat ragam bisnis di bidang ini juga semakin tumbuh. Usaha di bidang ini bisa diawali dari skala kecil seperti bengkel, menyediakan spare part serta jasa cuci motor. Berikan pelayanan terbaik agar kita bisa mendapat banyak pelanggan. Jika usaha telah semakin tumbuh, kita bisa merambah skala yang lebih besar, seperti dealer motor atau mendirikan show room.

Itulah beberapa Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bisa dijalankan. Modalnya tak terlalu besar namun keuntungannya terbilang menjanjikan. Yang kita butuhkan adalah niat serta kesungguhan dalam menjalaninya agar usaha-usaha skala kecil tersebut dapat terus berkembang dan penghasilan harian darinya mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kita bisa memilih UKM di bidang mana saja yang paling sesuai minat serta bakat masing-masing. Akan lebih mudah untuk memulai usaha pada bidang yang sesuai kegemaran kita agar hasilnya maksimal. Sebagai contoh apabila kita gemar memasak, maka bukalah usaha di bidang kuliner. Bukan tidak mungkin dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, usaha kecil bisa semakin berkembang menjadi usaha menengah atau bahkan usaha besar. Tertarik memulai usaha?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *